Catatan: harga breakeven = harga beli x (1 + fee) / (1 - fee). Rumus ini memasukkan fee saat beli dan fee saat jual. Di spot Binance VIP0 fee-nya 0,1% per sisi, atau 0,075% kalau dibayar dengan BNB (dicek September 2026). Pajak penjualan belum dimasukkan; lihat bagian di bawah.
Mengapa harga beli belum cukup
Misalnya kamu membeli di 30000. Saat membeli, fee sudah dipotong. Saat menjual, fee dipotong lagi. Jadi kalau menjual tepat di 30000, hasil bersih masih lebih kecil dari modal awal. Breakeven yang benar harus menutup dua fee itu.
Intuisi rumus
Jika harga beli adalah P dan fee satu sisi adalah f, biaya saat masuk kira-kira P x (1 + f). Saat menjual di harga S, hasil bersih kira-kira S x (1 - f). Agar balik modal, dua sisi ini harus sama. Dari situ muncul rumus S = P x (1 + f) / (1 - f).
Mengapa sering trading menaikkan beban
Satu putaran beli-jual sudah memerlukan kenaikan kecil untuk menutup fee. Jika kamu bolak-balik keluar masuk, biaya itu menumpuk. Inilah alasan fee kecil bisa menjadi besar ketika jumlah transaksi banyak.
Setelah dapat harga breakeven, lalu apa?
Cara paling langsung: pasang limit order jual di harga breakeven atau di atasnya. Di spot Binance VIP0, maker dan taker sama-sama 0,1%, jadi limit order tidak membuat fee lebih murah, tetapi menghindarkanmu dari slippage market order.
Kalau fee dibayar dengan BNB, ganti fee satu sisi jadi 0,075% lalu hitung ulang: beli di 30000, harga breakeven turun dari 30.060,06 ke sekitar 30.045,03, dan kenaikan yang dibutuhkan turun dari sekitar 0,20% ke sekitar 0,15%. Rincian fee lainnya ada di artikel fee Binance.
Di Indonesia, menjual crypto juga kena PPh final (PMK 50/2025, berlaku sejak 1 Agustus 2025): 0,21% dari nilai jual di exchange berizin OJK, atau 1% lewat platform luar negeri. Kalkulator ini belum memasukkannya. Contoh: beli di 30000 dengan fee 0,1%, lalu jual dengan fee 0,1% ditambah PPh 0,21%, harga impasnya sekitar 30.123. Dengan PPh 1% lewat platform luar negeri, harga impasnya naik ke sekitar 30.364.
Belinya bertahap? Hitung harga rata-rata di kalkulator average cost dan pakai angka itu sebagai harga beli di sini. Kalau harga masih di bawah breakeven, pertanyaannya bukan kurang berapa lagi, tapi apakah posisi ini masih masuk akal: isi stop loss sebagai harga exit di kalkulator PnL dan lihat rugi terburuknya.