100 USDT dengan leverage 10x, apa yang terjadi di akunmu
Sebelum masuk ke definisi, coba ikuti satu hitungan. Misalnya kamu punya 100 USDT, yakin sebuah koin bakal naik, lalu buka long 10x di harga 100 USDT. Posisi yang dicatat exchange atas namamu bernilai 1.000 USDT, alias 10 koin. Uang yang benar-benar kamu keluarkan cuma 100 itu, dan itulah margin; sisa 900 anggap saja daya beli pinjaman yang hanya berlaku di posisi ini.
Setiap kali harga bergerak, untung-rugi dihitung dari 10 koin:
| Harga | Dibanding entry | Untung/rugi posisi | Sisa margin |
|---|---|---|---|
| 105 | +5% | +50 USDT | 150 USDT |
| 98 | −2% | −20 USDT | 80 USDT |
| 95 | −5% | −50 USDT | 50 USDT |
| 92 | −8% | −80 USDT | 20 USDT |
| 90,5 | −9,5% | −95 USDT | 5 USDT, dilikuidasi |
5 USDT di baris terakhir itu adalah maintenance margin: 1.000 USDT × 0,5%. Exchange mewajibkan lapisan ini selalu tersisa. Begitu kerugian menekan saldo sampai garis ini, sistem mengambil alih dan menutup posisi di harga pasar. Harga baru turun kurang dari 10%, tapi 100 USDT-mu praktis habis. Kalau 100 USDT yang sama dipakai beli spot, turun 9,5% berarti saldo berkurang 9,5 USDT; koinnya masih di tanganmu, dan kalau kamu sanggup menunggu, harga masih punya peluang balik.
Tabel ini belum memasukkan fee dan funding. Kalau keduanya dihitung, garis likuidasi tersentuh sedikit lebih awal dari 90,5.
Rumus kira-kira harga likuidasi, plus tabel per leverage
Balik hitungan tadi dari belakang, dan kamu dapat rumus sederhana yang umum dipakai untuk isolated margin:
Long: harga likuidasi ≈ harga entry × (1 − 1/leverage + maintenance margin rate)
Short: harga likuidasi ≈ harga entry × (1 + 1/leverage − maintenance margin rate)
Bagian 1/leverage adalah porsi margin terhadap posisi: 10x berarti 10%, 20x berarti 5%, 100x tinggal 1%. Kurangi dengan maintenance margin rate, dan kira-kira segitulah jarak yang boleh ditempuh harga ke arah yang salah. Dengan harga entry 100 USDT dan maintenance margin 0,5%, garis likuidasi tiap leverage jatuh di sini:
| Leverage | Likuidasi long | Likuidasi short | Jarak ke garis |
|---|---|---|---|
| 3x | sekitar 67,17 | sekitar 132,83 | sekitar 32,8% |
| 5x | 80,5 | 119,5 | 19,5% |
| 10x | 90,5 | 109,5 | 9,5% |
| 20x | 95,5 | 104,5 | 4,5% |
| 50x | 98,5 | 101,5 | 1,5% |
| 100x | 99,5 | 100,5 | 0,5% |
Lihat dua baris terakhir. Koin besar bergerak 1% sampai 2% dalam satu jam itu hal biasa, koin kecil lebih liar lagi. Di 50x atau 100x, satu candle biasa sudah cukup menyapu posisimu, dan benar atau salahnya analisis arah hampir nggak ada hubungannya lagi.
Rumus ini cuma perkiraan kasar. Harga likuidasi yang sebenarnya ikut dipengaruhi fee dan funding. Maintenance margin juga tidak selalu 0,5%: beda tiap aset, dan makin besar posisi, makin tinggi rate yang diminta exchange serta makin rendah leverage maksimal yang boleh dipakai. Di cross margin, saldo akun ikut dihitung. Angka yang benar-benar perlu kamu pantau adalah harga likuidasi di halaman posisi. Mau coba beberapa angka? Kalkulator likuidasi di situs ini memakai rumus yang sama; isi harga entry dan leverage, garisnya langsung kelihatan.
Leverage itu posisi pinjaman, ruginya tetap dihitung penuh
Leverage bukan uang tambahan dari exchange. Ia lebih mirip pinjaman yang cuma berlaku di trade ini. Kalau untung, hasil dari posisi 1.000 USDT jadi milikmu semua; kalau rugi, hitungannya juga dari 1.000 USDT, dan yang pertama terpotong selalu margin 100 milikmu. Exchange tidak ikut menanggung kerugianmu, jadi ia harus menutup posisi sebelum saldomu tembus minus. Dari situlah garis likuidasi berasal.
Di futures tradisional dan pinjaman margin di broker saham, biasanya ada pemberitahuan "margin call" lebih dulu, dan posisi baru ditutup paksa kalau dana tidak ditambah. Di futures kripto, likuidasi berjalan otomatis: exchange mungkin mengirim notifikasi margin menipis, tapi tidak menunggu kamu menambah dana. Begitu harga menyentuh garis, sistem langsung mengambil alih, hitungannya detik.
Isolated atau cross margin menentukan seberapa banyak yang ikut hilang
Sebelum buka posisi futures, kamu harus pilih mode margin. Langkah ini sering dilewati begitu saja, padahal dialah yang menentukan seberapa luas kerusakannya kalau posisi sampai dilikuidasi.
| Isolated | Cross | |
|---|---|---|
| Yang menanggung rugi | Hanya margin yang dialokasikan ke posisi ini | Saldo tersedia di akun futures ikut menanggung |
| Harga likuidasi | Dekat dengan entry, bisa dikira-kira pakai rumus di atas | Terdorong menjauh oleh saldo; makin besar saldo, makin jauh |
| Kalau sampai tersentuh | Kehilangan margin posisi ini | Bisa kehilangan seluruh saldo akun futures |
| Beberapa posisi sekaligus | Masing-masing berdiri sendiri | Satu posisi yang rugi besar bisa menyeret posisi lain |
Ada anggapan bahwa cross margin lebih aman karena harga likuidasinya jauh. Jauh memang iya, tapi kalau sampai ke sana, yang hilang seluruh saldo akun futures. Dan karena garisnya jauh, orang lebih gampang membiarkan posisi rugi terus berjalan sampai akhir. Garis isolated lebih dekat, tapi hasil terburuknya terkunci di jumlah yang sudah kamu sisihkan sejak awal. Kalau baru mulai futures, pakai isolated dulu, dan beri tiap posisi margin yang kamu siap kehilangan seluruhnya.
Yang memicu likuidasi adalah mark price, bukan candle yang kamu tatap
Di halaman futures biasanya ada dua harga: harga transaksi terakhir (last price) dan mark price. Yang menentukan kamu dilikuidasi atau tidak adalah mark price. Angka ini dihitung dari indeks harga beberapa exchange spot, supaya order book satu exchange yang tiba-tiba ditusuk jarum harga tidak langsung memicu likuidasi berantai.
Dampaknya ke kamu ada dua. Sebagian jarum (wick) cuma muncul di last price; kalau mark price tidak ikut menyentuh garis, posisimu masih ada. Sebaliknya, dari candle kelihatannya masih jauh dari likuidasi, padahal mark price bisa sudah lebih dekat. Untuk menilai sisa ruang, lihat mark price dan harga likuidasi di halaman posisi, jangan cuma lihat grafik.
Pemula jarang dilikuidasi karena salah arah
Kalau dengar cerita orang yang pernah kena likuidasi, yang benar-benar salah menebak arah sebenarnya nggak banyak. Lebih sering arahnya benar, tapi posisinya nggak bertahan sampai harinya tiba. Masalahnya biasanya ada di sini:
- Leverage terlalu tinggi. Di atas 20x, koreksi harian yang normal saja sudah bisa menyentuh garis. Arah besok kamu tebak benar, tapi posisi nggak kuat menahan satu penurunan sore ini.
- Tidak pasang stop loss, lalu diam-diam menganggap harga likuidasi sebagai stop loss. Waktu sistem menutup posisi, margin sudah hampir habis. Stop loss artinya mengaku salah saat baru rugi sedikit; likuidasi artinya keluar terpaksa setelah margin habis. Selisihnya satu margin penuh.
- Terus menambah margin setiap harga turun. Di isolated, menambah margin memang mendorong harga likuidasi menjauh dan terasa lebih aman, padahal itu berarti menaruh lebih banyak uang di posisi yang sedang rugi. Rugi kecil yang tadinya terkendali sering berubah jadi lubang besar dengan cara ini.
- Membuka beberapa posisi sekaligus di cross margin. Satu posisi rugi besar, seluruh akun ikut menanggung, dan posisi lain yang sebenarnya baik-baik saja ikut dilikuidasi.
- Posisi besar menjelang berita besar. Rilis data penting, unlock token dalam jumlah besar, atau masalah di exchange bisa membuat volatilitas mendadak melonjak; pergerakan yang biasanya masih kuat ditahan 10x belum tentu tertahan di menit-menit itu.
Kelima hal ini punya kesamaan: bukan soal jago membaca grafik, tapi soal belum menghitung "paling buruk bisa seperti apa" sebelum buka posisi.
Tentukan rugi maksimal dulu, baru hitung ukuran posisi
Langkah paling ampuh untuk mengendalikan risiko likuidasi adalah membalik urutannya: tentukan dulu berapa rugi maksimal kalau trade ini salah, lalu lihat seberapa jauh stop loss dari entry, hitung ukuran posisinya, dan putuskan leverage paling akhir.
Contohnya begini. Akun futures berisi 1.000 USDT, dan aturanmu sendiri: rugi per trade maksimal 2% akun, yaitu 20 USDT. Rencananya long di 100 USDT dengan stop loss di 96 USDT, berjarak 4% dari entry. Maka nilai posisi seharusnya 20 ÷ 4% = 500 USDT. Sampai di sini, risiko trade ini sudah terkunci di sekitar 20 USDT (fee dan slippage dihitung terpisah). Tinggal satu pertanyaan: pakai margin berapa untuk menopang posisi 500 USDT itu?
| Leverage | Margin yang dibutuhkan | Likuidasi isolated (perkiraan) | Saat harga turun, yang tersentuh duluan |
|---|---|---|---|
| 2x | 250 USDT | sekitar 50,5 | Stop loss |
| 5x | 100 USDT | sekitar 80,5 | Stop loss |
| 10x | 50 USDT | sekitar 90,5 | Stop loss |
| 25x | 20 USDT | sekitar 96,5 | Garis likuidasi, stop loss nggak sempat jalan |
Di tiga baris pertama, pilih yang mana pun, saat harga turun ke 96 stop loss tereksekusi dan rugimu sekitar 20 USDT; leverage cuma menentukan berapa margin yang kamu taruh. Baris keempat bermasalah: di 25x, harga likuidasi ada di 96,5, lebih tinggi dari stop loss. Kamu memberi trade ini ruang 4%, tapi garis likuidasi memotongnya jadi 3,5%. Satu koreksi yang sebenarnya masih wajar sudah cukup menutup posisi, margin habis seluruhnya, dan stop loss yang kamu pasang jadi percuma.
Jadi aturan yang perlu dipegang cuma satu: sebelum buka posisi, pastikan harga likuidasi ada di luar stop loss, dan beri jarak aman. Kalkulator ukuran posisi bisa menghitung besar posisi dari modal, persentase risiko, dan stop loss; setelah itu cek letak garisnya dengan kalkulator likuidasi.
Dua biaya yang tetap jalan meski posisimu diam
Kontrak perpetual tidak punya tanggal kedaluwarsa. Supaya harganya tetap dekat dengan harga spot, pihak long dan short saling membayar funding secara berkala. Di Binance, jadwal bawaannya tiap 8 jam, pukul 00.00, 08.00, dan 16.00 UTC, atau 07.00, 15.00, dan 23.00 WIB; sebagian kontrak memakai jadwal 4 jam, dan kontrak yang rate-nya menyentuh batas atas atau bawah otomatis pindah ke tiap 1 jam tanpa pengumuman. Rate positif berarti long membayar short; rate negatif berarti short membayar long. Kamu cuma membayar atau menerima kalau masih memegang posisi tepat saat settlement. Funding dihitung dari nilai posisi, bukan dari margin: posisi 1.000 USDT dengan rate 0,01% berarti 0,1 USDT sekali bayar. Kelihatannya kecil, tapi tiga kali sehari selama sebulan jadi sekitar 9 USDT, hampir 10% dari margin 100 USDT.
Fee trading juga begitu, dipungut saat buka dan tutup posisi berdasarkan nilai posisi. Di leverage 10x, fee dengan persentase yang sama terasa 10 kali lebih besar kalau dibandingkan dengan margin. Bolak-balik buka tutup beberapa kali, margin sudah tergerus duluan. Untuk memperkirakan funding selama kamu berencana memegang posisi, pakai kalkulator funding rate; soal fee futures, lihat bagian futures di artikel fee Binance.
FAQ
Apa arti leverage?
Memakai margin untuk memegang posisi yang lebih besar. Leverage 10x berarti margin 100 USDT memegang posisi 1.000 USDT, dan untung maupun rugi dihitung dari 1.000 USDT.
Bagaimana cara menghitung harga likuidasi?
Untuk isolated margin bisa dikira-kira dengan rumus sederhana: long ≈ harga entry × (1 − 1/leverage + maintenance margin rate), short ≈ harga entry × (1 + 1/leverage − maintenance margin rate). Fee, funding, dan tingkatan margin membuat harga likuidasi asli sedikit lebih dekat, jadi sebelum order cek angka di halaman posisi.
Mana yang lebih aman, isolated atau cross margin?
Untuk pemula, isolated lebih terkendali: kalau sampai dilikuidasi, yang hilang hanya margin posisi itu. Harga likuidasi cross lebih jauh, tapi begitu tersentuh, seluruh saldo akun futures bisa ikut habis.
Setelah dilikuidasi, apakah saya bisa berutang ke exchange?
Umumnya tidak. Exchange besar punya insurance fund dan mekanisme auto-deleveraging, sehingga kerugian pengguna biasa umumnya berhenti di margin: di isolated hilang margin posisi itu, di cross bisa hilang seluruh saldo akun futures. Kerugian yang melebihi margin biasanya ditanggung mekanisme perlindungan exchange.
Boleh nggak trading futures kripto dari Indonesia?
Derivatif aset kripto sekarang masuk aturan OJK: POJK 23/2025, yang mengubah POJK 27/2024, memasukkan derivatif kripto ke dalam cakupannya dan mewajibkan konsumen lulus tes pengetahuan dari pedagang sebelum boleh bertransaksi derivatif. Jadi sebelum trading, cek dulu apakah platformnya ada di daftar pedagang aset kripto berizin di situs OJK. Binance tidak ada di daftar itu, dan sejak Juni 2026 tercantum di daftar pedagang aset keuangan digital ilegal Satgas PASTI; kalau platform tanpa izin bermasalah atau bangkrut, belum tentu ada perlindungan untuk investornya. Hitungan di artikel ini berlaku untuk kontrak berleverage mana pun.
Posisi sudah dekat harga likuidasi, harus ngapain?
Bandingkan harga sekarang dengan stop loss yang kamu rencanakan. Kalau harga sudah melewati stop, rencanamu bilang keluar: tutup posisi, atau sebagian, dan terima rugi yang lebih kecil. Mengurangi posisi menjauhkan garis likuidasi tanpa menambah uang. Menambah margin juga menjauhkan garis, tapi memperbesar jumlah yang bisa hilang di trade yang sedang salah arah; lakukan hanya kalau masih masuk batas rugi yang kamu tentukan sebelum buka posisi. Menambah posisi supaya harga rata-rata membaik sama saja menggandakan taruhan di posisi yang sudah salah.
Apa itu liquidation clearance fee?
Di Binance, kalau posisi dilikuidasi tanpa membuat saldo minus, tetap ada biaya likuidasi (liquidation clearance fee): nilai nosional posisi, yaitu jumlah dikali harga, dikali tarif likuidasi kontrak itu, yang tercantum di aturan trading tiap pair. Biaya ini masuk seluruhnya atau sebagian ke insurance fund. Karena itu, dilikuidasi selalu lebih mahal daripada menutup posisi sendiri sedikit lebih awal lewat stop loss. Kalau rugi melebihi margin, insurance fund menutup lebih dulu, dan kalau belum cukup, berlaku auto-deleveraging (ADL).
Sumber
- OJK: POJK 23/2025 — perubahan POJK 27/2024 yang memasukkan derivatif aset kripto dan mewajibkan tes pengetahuan konsumen.
- CFTC: Understand the Risks of Virtual Currency Trading — peringatan regulator futures Amerika Serikat soal risiko trading spot dan futures mata uang virtual, termasuk satu bagian khusus tentang leverage.
- Investor.gov: Margin Account — penjelasan situs edukasi investor SEC tentang akun margin: daya beli bertambah, potensi rugi juga.